Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 November 2015

Ternyata Air Hujan Bukan Salah Satu Penyebab Anak Sakit

Sifat air untuk membersihkan, melarutkan beberapa zat di dalam tubuh, dan menjaga agar tubuh tidak dehidrasi. Lantas bagaimana dengan air hujan? Setelah main air hujan anak biasanya gampang sakit. Sebelum menyalahkan hujan, ada baiknya Anda baca penjelasan berikut ini.

“Air hujan tidak menyebabkan anak sakit,” tegas dr Herwina SpA.

Penyebab anak kerap sakit bukanlah terpapar air hujan, tetapi karena perubahan suhu yang ada pada kondisi hujan. Menurut dia, suhu tubuh yang hangat dapat melindungi serta membatasi tubuh dari paparan beberapa virus, bakteri, dan penyakit. Pada kondisi suhu dingin membuat tubuh kehilangan perlindungannya sehingga menyebabkan tubuh terserang virus dan penyakit.

Selain perubahan suhu tubuh, pada suhu tertentu seperti dalam kondisi lembap dan dingin bakteri, virus, dan kuman berkembang lebih cepat dan banyak ketimbang pada musim panas. Hal tersebut menyebabkan beberapa penyakit banyak dan datang pada musim hujan. “Bukan serta-merta anak yang terkena hujan menjadi sakit. Selain itu, adalah faktor daya tahan tubuh anak juga memengaruhi,” tambah dia.

Anak yang biasa main air hujan ada juga yang tidak demam atau flu. Itu karena daya tahan tubuhnya masih dapat menangkal perubahan suhu dan bakteri. Berbeda halnya dengan daya tahan tubuh anak yang lemah. Perubahan suhu tidak bisa menangkal bakteri dan virus yang banyak menyebar sehingga menyebabkan anak menjadi gampang sakit saat musim hujan.

Selain itu, musim hujan juga membatasi gerak dan aktivitas anak. Sehingga mengurangi aktivitas fisik yang dapat sehingga kualitas metabolisme tubuh juga tidak optimal, sehingga daya tahan tubuhnya menjadi menurun.


references by

Rabu, 21 Oktober 2015

Cara Menjaga Kekebalan Tubuh Saat Pergantian Musim


Cuaca yang tidak menentu bisa membuat daya tahan tubuh menurun dan mudah terserang penyakit seperti flu atau demam. Untuk itu, Anda perlu meningkatkan sistem imun dengan makan sehat dan mengasup nutrisi yang cukup.Sistem kekebalan tubuh Anda bekerja untuk membuat antibodi yang menemukan dan menghancurkan sang penyerbu asing yang menyebabkan penyakit.

Selain dari makan-makanan yang bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda juga perlu untuk melakukan beberapa hal agar tak mudah terserang berbagai macam virus dan bakteri.

Berikut ini beberapa saran tentang cara untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda, seperti dilansir laman Fox News, Selasa (20/10).

• Olahraga

Studi menunjukkan bahwa olahraga bisa meningkatkan jumlah sel-sel tubuh Anda memproduksi untuk melawan infeksi.

• Menurunkan berat badan

Obesitas bisa menempatkan Anda pada risiko untuk mengembangkan penyakit tertentu karena sel-sel lemak yang berlebih menyebabkan peradangan jaringan.



• Makan yang benar

Mengonsumsi gula terlalu banyak atau lemak jenuh menekan sel-sel sistem kekebalan tubuh yang bertanggung jawab untuk menyerang bakteri.

• Istirahat

Tidak cukup tidur menurunkan kemampuan tubuh Anda untuk melawan penyakit. Sebaiknya Anda mendapatkan setidaknya tujuh jam tidur setiap malam.


Patah Hati Turunkan Kekebalan Tubuh


Bicara penolakan cinta, peneliti ternyata menemukan keterkaitannya dengan masalah kesehatan. Dilansir Surat Kabar Daily Mail, patah hati diklaim dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, seperti depresi, makan berlebihan, serta menyebabkan bintik-bintik merah pada kulit.

Dr. Linda Papadopoulos mengatakan, reaksi yang timbul karena stres pada dasarnya akan meningkatkan hormon kortisol dan testosteron dalam tubuh. “Peningkatan kortisol sejatinya akan memengaruhi nafsu makan serta dapat mengikat reseptor hipotalamus di otak. Sementara peningkatan testosteron sendiri akan merangsang sebaceous yang pada akhirnya memicu timbulnya bintik-bintik merah pada kulit,” ungkap psikolog ini.
Selain sederet masalah tadi, Linda juga menuturkan bahwa penolakan cinta yang dialami seseorang berpotensi besar menurunkan imunitasnya. ”Saat patah hati, seseorang biasanya sangat mudah terserang flu dan tubuhnya pun jadi mudah lemas,” katanya.

Lebih lanjut, Linda menyampaikan, kondisi psikologis seseorang memainkan peran penting dalam sebuah kencan. Sebelum kencan berlangsung, tutur Linda, seseorang biasanya akan merasa grogi dan cemas. Begitupun saat kencan usai. Menurut hasil riset, setelah kencan, 23 persen orang diketahui merasa cemas dan memiliki ketakutan yang berlebihan.


references by


Minggu, 18 Oktober 2015

Perilaku & Kesalahan Orang Tua yang Bikin Anak Tidak Mandiri

Saat masih bayi, sangat wajar jika anak begitu tergantung pada ibunya. Maklum bayi belum bisa melakukan banyak hal. Tapi seiring usia bertambah, sudah seharusnya anak bertambah pula kemandiriannya sehingga tidak melulu bergantung pada orang lain.

Jika anak Anda sudah hampir masuk sekolah tapi belum bisa makan sendiri, tidak bisa memakai kaus kaki dan sepatu sendiri, serta selalu berteriak-teriak agar semua kegiatannya dibantu orang lain bisa jadi karena kurang mandiri. Anak yang kurang mandiri mungkin saja dikarenakan empat kesalahan orang tua berikut ini:

1. Orang Tua Tidak Percaya Pada Anak
Namanya juga anak-anak, tentu belum semahir orang dewasa dalam melakukan aneka kegiatan. Tapi sering kali orang tua begitu takut dan khawatir anaknya dalam bahaya sehingga aneka larangan selalu dikeluarkan.

"Misalnya anak yang baru lancar berjalan, mencoba berjalan lebih jauh lalu orang tua sudah bilang awas jatuh, dan awas-awas yang lain sehingga anak jadi ragu," kata psikolog anak dan remaja, Efnie Indrianie, MPsi, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Jumat (16/10/2015).

Anak pun menjadi kurang dipercaya oleh orang tua. Ketimbang berteriak-teriak yang bikin anak ragu, sebaiknya orang tua membawa anak ke area yang relatif tidak berbahaya untuk anaknya belajar berjalan. Tapi pastikan anak selalu dalam pengawasan, sehingga bisa diarahkan tanpa membatasi upaya eksplorasinya.

Ketika anak sudah mulai masuk sekolah dan ingin menggunakan benda tajam, misalnya pisau untuk memotong buah, juga sebaiknya berikan kepercayaan. Mengajari anak menggunakan pisau bisa dimulai dengan menggunakan pisau plastik. Seiring bertambah usia dan anak sudah biasa diajak komunikasi dengan baik, baru bisa diberikan pisau betulan.

2. Menyalahkan Anak

"Salah kamu melipat selimutnya. Kalau gitu kan nggak rapi." Kalimat seperti itu mungkin sering dilontarkan orang tua kepada anaknya. Menyalahkan anak untuk hal-hal yang remeh-temeh seperti itu bisa mematikan kreativitas dan kemandirian anak.

Padahal anak sudah berinisiatif membersihkan dan merapikan tempat tidurnya. Namun karena yang diterima bukan apresiasi namun kalimat yang justru membuat semangatnya drop, anak jadi enggan dan malas melakukan kegiatan semacam itu.

"Anak 3-4 tahun sudah bisa dilatih untuk mandiri. Dari hal-hal yang simpel, misalnya dengan memberesi mainannya. Belajar melipat selimutnya. Kalau orang tua menyalahkan 'ah kamu nih, salah kalau gitu' malah bikin anaknya malas," tutur Efnie.

Agar kegiatan melatih kemandirian anak berjalan dengan baik. Sebaiknya Anda ikut melakukannya bersama anak, di awal-awal mereka belajar. Misalnya dengan mengajak anak bersama-sama membereskan mainan. Beri tahu anak, mainan yang sudah selesai dimainkan harus dimasukkan ke tempatnya, misalnya ke dalam kardus. Informasikan kepada anak kardus mana yang jadi tempat mainan. Selanjutnya anak akan terbiasa untuk merapikan sendiri mainannya.





3. Tidak Sabar

Sering kali orang tua tidak sabar dengan proses belajar yang harus dilewati anak. Karena ingin cepat, orang tua cenderung mengambil alih sesuatu yang seharusnya dilakukan anak. Sehingga anak tidak punya pilihan, tidak punya kesempatan untuk belajar dan kesempatan untuk mengambil keputusan.

"Misalnya karena anak lama saat membereskan mainan, ibunya langsung bilang 'sini mama yang beresin', atau misalnya anak lama saat sedang memakai sepatu 'sini cepetan bunda saja deh yang pakaikan," kata Efnie yang juga dosen di Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha Bandung ini.


4. Enggan Melatih Kemandirian Anak

Anak jadi penakut, harus selalu dekat dengan orang tuanya, dan cenderung tidak bisa melakukan aneka hal karena orang tua yang enggan melatih kemandirian anak. Misalnya orang tua yang khawatir anaknya terluka atau hilang saat jalan-jalan, atau mungkin malas repot, tidak akan membiarkan anaknya sedetikpun lepas dari gandengannya.

Padahal anak-anak dengan jiwa petualangannya justru ingin mengeksplorasi tempat baru. Karena itu, sebaiknya saat anak diajak ke tempat baru baginya, misalnya mal, diceritakan lebih dahulu mal yang akan dikunjungi seperti apa. Mungkin orang tua bisa memperlihatkan foto tentang mal itu atau menggambarkan kondisinya.

"Kadang persiapan orang tua saat akan mengajak anaknya bepergian itu kurang sehingga anak mengadaptasi dengan caranya sendiri, sehingga di lokasi muncul perdebatan orang tua dan anak," tutur Efnie.

"Kalau sudah diinfokan lokasi yang akan dikunjungi seperti apa, akan lebih mudah bagi orang tua dan anak. Bisa diberi tahu juga, karena masih kecil jadi harus selalu dipegang oleh orang tuanya. Tapi kalau sudah besar bisa tidak gandengan lagi. Anak akan belajar dan mengingat. Jadi bukannya dilarang untuk eksplorasi," imbuh Efnie.




references by

Rabu, 14 Oktober 2015

Dampak Negatif Bayi Yang Menghisap Jari

Memberikan empeng atau membiarkan kebiasaan menghisap jari pada bayi dikatakan oleh para peneliti dari University of British Colombia, Kanada, bisa memperlambat kemampuan bicara. Hal ini dikarenakan bayi butuh lidah yang bebas untuk belajar bicara.

Dalam studi yang dipublikasi di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, Professor Janet Werker menyebut seorang bayi yang diberi empeng akan kesulitan memahami dan menggunakan bahasa.

Hal tersebut dibuktikan dengan eksperimen yang diikuti oleh partisipan bayi-bayi usia enam bulan. Para bayi diperdengarkan dua jenis pengucapan huruf 'd' dari bahasa hindi dan dilihat reaksinya apakah mereka bisa mengetahui perbedaannya. Ketika bayi diberikan empeng mereka tak menunjukkan tanda-tanda mengerti namun ketika empeng dilepas ada perbedaan yang ditunjukkan.

Menurut Janet ada kaitan antara kemampuan motorik mulut bayi dengan persepsi ucapan serta pendengaran. Empeng dan kebiasaan menghisap jempol menghambat motorik mulut karena gerakan lidah jadi hanya menghisap saja sehingga dampaknya bisa ke kemampuan bicara.

"Sampai sekarang riset dalam perkembangan persepsi dan penguasaan bahasa lebih ditekankan kepada sensasi mendengar saja sebagai faktor utama. Peneliti harus lebih melihat juga kemampuan motorik mulut bayi," kata Janet seperti dikutip dalam situs resmi universitas, UBC.ca, pada Selasa (13/10/2015).

Terkait hal tersebut, dr Luh Wahyuni SpKFR(K) dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengatakan namun bukan berarti artinya orang tua harus melarang sama sekali kebiasaan menghisap jari. Stimulasi dari aktivitas hisap jari yang tepat bisa bermanfaat bagi bayi.

"Dia belajar mengintegrasikan mata ke tangan. Dia belajar mengenal tubuhnya, jari-jarinya ada lima dan bentuknya seperti ini. Dia mengenali punya ujung mulut dan ujung kaki," tutup dr Luh.

Cara Hentikan Kebiasaan Mengisap Jempol Anak

Kebiasaan mengisap jempol dianggap normal pada bayi dan anak-anak sebagai kesenangan atau aktivitas yang menghibur, terutama ketika anak lapar atau lelah. Tapi jika anak masih mengisap jempol hingga usia 4-6 tahun akan berefek negatif. Bagaimana cara menghentikan kebiasaan mengisap jempol anak?

Kebiasaan mengisap jempol akan mencapai puncaknya ketika anak berusia antara 18-20 bulan, dan biasanya menghilang ketika anak mulai berkembang dan dewasa.

Tapi kebiasaan mengisap jempol yang melampaui usia 4-6 tahun dapat menyebabkan beberapa kondisi yang tidak normal pada rongga mulut, seperti maloklusi gigi atau deformasi dari jaringan tulang jempol.

Kebiasaan menghisap jempol yang berlebihan dan terus-menerus pada anak, dapat merupakan indikasi dari beberapa masalah emosional. Kebiasaan mengisap jempol dapat memiliki dampak besar pada kesehatan mulut anak setelah usia 5 tahun.

Oleh karena itu, sebaiknya dapat menghentikan anak untuk tidak melakukan kebiasaan itu lagi ketika sekitar usia 3 tahun. Gigi depan atas dapat terdorong ke depan dan gigi depan bawah terdorong ke belakang oleh karena kebiasaan tersebut.

Berikut masalah atau kondisi yang dapat ditimbulkan oleh kebiasaan menghisap jempol seperti dikutip dari DentalHealthSite, antara lain:

1. Langit-langit mulut akan terdorong ke atas menyebabkan berbagai masalah termasuk masalah bicara.
2. Lengkung gigi sempit.
3. Gigi berjejal oleh karena lengkung gigi sempit.
4. Kulit pada jempol pecah-pecah dan kapalan.
5. Infeksi jari dan kuku.
6. Peningkatan risiko terinfeksi cacing kremi.
7. Meningkatnya risiko infeksi lain.

"Mengisap jempol mungkin dapat menyenangkan dan menenangkan untuk anak-anak. Tetapi kebiasaan tersebut jika dilakukan secara terus-menerus akhirnya dapat mengganggu atau menyebabkan masalah pada rongga mulut," kata para ahli.

Cara-cara untuk membantu anak berhenti mengisap jempol menurut rekomendasi dari American Dental Association seperti dikutip dari EverydayHealth, Rabu (18/1/2012) antara lain:

1. Daripada memarahi anak untuk berhenti mengisap jempol, lebih baik menawarkan pujian saat anak tidak melakukannya.

2. Temukan cara lain yang dapat menawarkan kenyamanan dan menenangkan kecemasan anak. Kecemasan biasanya merupakan alasan anak mempunyai kebiasaan mengisap jempol.

3. Meminta dokter gigi menjelaskan kepada anak mengenai efek yang dapat ditimbulkan jika mempunyai kebiasaan mengisap jempol.

4. Jempol anak dibalut perban atau mengoleskann sesuatu yang memiliki rasa yang tidak enak. Cara ini merupakan cara yang direkomendasikan oleh dokter anak untuk menghentikan kebiasaan mengisap jempol.



references by
http://adfoc.us/30410156846491
 http://adfoc.us/30410156849067

Jumat, 09 Oktober 2015

Bagaimana Cara Meningkatkan Softskill Anak ?

Supaya bisa terserap di dunia kerja, kita tentu perlu memiliki keahlian. Keahlian itu tidak hanya didapat di bangku sekolah, tapi juga bisa dari sejumlah kegiatan yang diikuti di luar sekolah.

Salah satunya yakni pada kegiatan pramuka. Salah siswa SMKN 1 Batam, Fahri Yudin, mengungkapkan sudah lama aktif di kegiatan pramuka. Dalam keikutsertaan tersebut, banyak hal yang didapat.

"Seperti, kewirausahaan, kreativitas. Pramuka kita diajarkan keterampilan, kebersamaan dan kekompakan, serta peraturan baris-berbaris," ungkapnya kepada Okezone, belum lama ini.

Dari kegiatan pramuka yang diikuti, banyak hal yang didapatkan oleh siswa jurusan teknik elektronika Industri tersebut.

"Seperti, struktur organisasi itu kita jadi paham bagaimana membuat kegiatan, bagaimana tata cara berbicara secara formal bagi atasan maupun ke sederajat. Jadi kalau di dunia industri, kita jadi berlomba-lomba terjunnya ke interview atau ngomoing secara formal gitu dari pramuka sediri," ujarnya.


Untuk pelatihan-pelatihan dalam pramuka, Fahri sendiri menyatakan mendapatkannya dalam kegiatan pramuka yang dikutinya di tingkat provinsi. "Untuk pelatihan ini pertama kali di daerah sudah pernah. Di sekolah masih ada sekolah juga," imbuhnya.

Fahri menambahkan, sekolah harus memiliki strategi untuk bisa menjalankan kegiatan pramuka itu sendiri. "Buat yang enggak suka pramuka mungkin berpikir bahwa pramuka itu mengganggu. Kalau saya sendiri karena mengikutinya dari hati makanya senang-senang saja. Masing-masing sekolah juga punya strategi untuk pramukanya. Jadi khusus untuk disekolah-sekolah, kedepankan strateginya," tambah dia.


references by