Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 November 2015

Dampak Negatif Pernikahan Tidak Bahagia


Pernikahan itu indah tapi juga sulit. Dibutuhkan banyak kesabaran dan praktik untuk membangun hubungan pernikahan yang abadi.

Karena pernikahan penuh pasang-surut, maka tak heran jika pasangan mudah frustasi dalam mengarungi lika-liku rumah tangga mereka. Dan jika pasangan yang tidak bahagia memiliki tingkat tekanan darah yang lebih tinggi, Anda mungkin tidak akan terkejut dengan hal ini. Sebuah studi baru telah mengkonfirmasi fenomena ini.

Penelitian ini dipimpin oleh Wendy Birmingham, seorang profesor psikologi di Universitas Brigham Young dan penelitian ini dimaksudkan untuk mengukur bahagia tidaknya suatu pernikahan dan hubungannya dengan tekanan darah pasangan tersebut.

“Pasangan yang sangat bahagia memiliki tingkat tekanan darah yang sehat, sementara pasangan yang tidak bahagia atau bahkan ambivalen tentang pernikahan mereka memiliki tingkat tekanan darah yang lebih tinggi," kata Birmingham, seperti dilansir laman India Times, Kamis (5/11).

Penelitian ini memang hanyalah merupakan penelitian kecil, hanya melibatkan 94 pasangan. Hanya seperempat dari pasangan bahagia, sementara sebagian besar dari mereka adalah ambivalen.

Hasil penelitian ini mendukung temuan penelitian lain yang sama. Sebuah studi besar di Inggris yang dilakukan pada 2013 menemukan bahwa pernikahan memiliki dampak yang lebih besar pada pribadi masing-masing pasangan tersebut.


references by

Senin, 26 Oktober 2015

Jatuh Cinta Diam-Diam, Jatuh Cinta Yang Sulit Hilang Dari Memori Seseorang


Kalian pasti pernah nih yang namanya jatuh cinta, iya nggak? Apalagi bagi kalian yang masih usia remaja jatuh cinta adalah hal wajar yang sering dirasakan. Jatuh cinta itu udah seperti kebutuhan dalam hidup, karena semua orang pasti memiliki cinta. Entah itu cinta dengan keluarga, sahabat, teman atau lawan jenis kita.

Namun pernah nggak sih kalian jatuh cinta sama seseorang tapi secara diam-diam dan tidak ada lagi yang tau kecuali kita sendiri. Bahkan keluarga dan temanpun sengaja tidak diberi tahu karena banyak yang berfikir kalau urusan cinta nggak harus semuanya tahu, karena hal itu malah akan mempercepat lawan jenis kita mengetahui jika kita mencintainya. Hal ini biasanya terjadi pada remaja yang masih malu-malu mengungkapkan jika dirinya itu sedang jatuh cinta.

Nah, tapi tau nggak sebenarnya orang yang cinta secara diam-diam akan terlihat sedikit aneh, entah dari tingkahnya atau terkadang juga bisa dilihat dari pandangannya ketika melihat orang yang dicintainya. Biar nggak penasaran ini nih ciri-ciri orang yang jatuh cinta tapi secara diam-diam :

Ketika bertemu atau berpapasan akan sesegera mungkin untuk menghindar. Hal ini terjadi karena secara tiba-tiba perasaan malu dan deg-deg an dalam diri kita akan muncul, sehingga membuat kita malu untuk melihatnya walaupun hanya sebentar. Terkadang, kita juga akan lebih memilih jalan lain daripada harus bertemu dengan orang yang kita suka, karena ditakutkan kita malah akan salah tingkah didepannya.

Tak berani menatap wajahnya saat berbicara langsung. Mungkin, ucapan kita bisa bohong mengatakan kalau kita tidak suka dengan orang yang ada di depan kita. Namun pandangan mata tidak akan pernah bisa berbohong, jadi lebih baik tidak menatapnya daripada sandiwaranya selama ini akan terbongkar.

Ingin cepat-cepat pergi ketika berbicara langsung. Entah kenapa lidah akan teras kaku, jantung berdetak lebih kencang dari biasanya ketika orang yang kita suka menanyakan sesuatu atau sekedar ingin ngobrol dengan kita. Disitulah terkadang kita mencari beribu alasan agar kita bisa cepat pergi dari hadapannya.

Sangat bahagia setelah melihat senyuman orang yang kita suka. Meskipun terkadang senyuman itu ditujukan untuk  orang lain, namun karena kita melihatnya tersenyum itu sudah sangat cukup untuk membuat kita sangat bahagia. Apalagi ketika kita mendapatkan sapaan senyum dari orang yang kita suka, wah pasti nggak akan bisa tidur tuh hehehe.

Bersikap cuek ketika ada teman kita yang sedang ngobrol tentang orang yang kita suka. Padahal kita terdiam bukan karena tidak mau tau, tapi karena kita mendengarkan baik-baik agar kita tau banyak tentang orang yang kita suka.

Namun cinta secara diam-diam akan lebih indah, jika kita terus mendoakan yang terbaik untuk orang yang kita suka. Meskipun kita nggak tau orang yang kita suka itu sedang menghadirkan siapa di doanya. Karena hanya doalah yang bisa membuat cinta kita semakin barokah. Meskipun sekarang orang yang kita suka belum tau kalau kita mencintainya, atau apakah kelak ia akan berjodoh dengan orang lain ? ingatlah semuanya akan indah pada waktunya.

Nah, itu sedikit tentang cinta secara diam-diam. Semoga bermanfaat. Jangan lupa share dan baca artikel lainnya ya


Penjelasan Ilmiah Tentang Jatuh Cinta


Penelitian menunjukkan cinta cukup adiktif untuk otak, bahkan sering diibaratkan seperti kecanduan pada kokain atau heroin. Psikolog JoAnn Deak mencatat kesamaan  mekanisme kimia aktif antara cinta dan heroin.

"Perubahan kimia di bagian otak saat Anda jatuh cinta sama seperti yang dihasilkan oleh heroin atau kokain berdosis tinggi," ujarnya seperti dikutip dari The Daily Beast, belum lama ini.  Perubahan kimia yang paling mungkin terjadi yakni terkait pelepasan dopamin. "Seseorang akan kebanjiran dopamin misalnya pada saat memakan cupcakes, menggunakan senjata api, atau melakukan hubungan seks," kata Deak.

Dopamin adalah zat kimia alami yang dilepaskan oleh neuron dan dikirim ke neuron lain. Meskipun hal ini terdengar sederhana, namun setiap neuron dapat berkomunikasi dengan hampir 10 ribu neuron lain. Ada sekitar 100 miliar neuron di dekat otak manusia. Hal ini membuat manusia memiliki hampir 1.000 triliun jaringan koneksi.

Saat dopamin dilepaskan, baik itu oleh obat-obatan dan cinta, apakah keduanya berhubungan satu sama lain? "Panggilan cinta adalah kecanduan alami," ujar Deak.

Antropolog biologis Helen Fisher merupakan seorang peneliti senior di Institut Kinsey yang mempelajari cinta dan kecanduan. Pada 2014 ia menulis sebuah bab buku berjudul The Tyranny of Love. Menurut penelitiannya, scan fMRI menunjukkan bahwa perasaan romantis cinta terlibat intens dengan daerah otak di bagian sistem 'penghargaan' (reward).

Dopamin merupakan jalur yang terkait dengan energi, fokus, motivasi, ekstasi, dan keinginan, termasuk daerah utama yang terkait dengan kecanduan. Sistem reward adalah sistem yang menjadi aktif ketika Anda jatuh cinta. "Cinta yang romantis, kemudian menikah, dan saling memerlukan satu sama lain seperti haus dan lapar," kata Fisher.

Fisher menyamakan cinta dengan kecanduan, mengingat keduanya berbagi beberapa sistem otak yang sama. Fisher percaya, cinta bisa menjadi disfungsional. "Dugaan saya ada lebih banyak orang yang dipenjara karena cinta daripada kecanduan heroin. Gairah cinta dapat berubah menjadi gelap. Jika Anda jatuh cinta dan ditolak, bisa saja Anda bunuh diri, membunuh orang lain, atau mengalami depresi klinis.

Sebaliknya, cinta juga dapat menjadi kecanduan yang sangat indah. "Orang yang jatuh cinta memiliki komitmen seumur hidup dan mempunyai anak-anak," ujar Fisher. Mengingat dopamin dalam cinta diproduksi secara organik, Fisher menyebut cinta sebagai kecanduan alami, berbeda seperti penyebab eksternal dopamin yang dilepaskan dari obat-obatan seperti kokain.


references by

Kamis, 15 Oktober 2015

Inilah Hal-Hal Yang Memicu Perselingkuhan

Popularitas situs perselingkuhan Ashley Madison meningkat setelah seorang peretas membobolnya dan menyebar data para anggotanya. Perselingkuhan memang selalu jadi topik panas. Lada Schwartz, seorang profesor psikologi dari University of Washington, Amerika Serikat pun mengungkap dua pemicu utama perselingkuhan.

Menurutnya, alasan pertama adalah kebosanan dan yang kedua adalah dukungan emosional. Untuk alasan pertama, sebagian besar cenderung jenuh pada kehidupan seksual dengan pasangan resminya.
"Mereka sudah dalam hubungan yang lama, dan mereka merindukan kegembiraan yang baru," kata Schwartz.

Menurutnya, orang-orang ini tidak secara aktif mencari selingkuhan. Mereka justru mengambil kuntungan dari pertemuan di tempat kerja, mal atau pertemuan untuk kemudian berhubungan lebih lanjut.
Eric Anderson, kepala sains situs AshleyMadison.com, mengungkapkan bahwa perselingkuhan untuk kesenangan ini tercermin pada sebagian anggotanya.

"Kebanyakan wanita yang bergabung itu mengatakan mereka memang tidak bahagia dengan pasangannya, tapi tidak ingin bercerai, mereka hanya ingin kegembiraan. Mereka tidak ingin bercerai karena berbagai alasan, sebut saja anak serta uang dan perselingkuhan itu untuk meminimalkan rasa sakit hati," kata Anderson.

Sementara menurut doktor Duana Welch, sebagian besar pelaku perselingkuhan bukan melakukannya dengan sengaja. Mereka bisa dibilang berselingkuh secara "kebetulan".
"Penelitian menunjukkan perkembangan perselingkuhan memiliki pola. Misalnya, bertemu di tempat kerja, menghabiskan makan siang bersama, lagi dan lagi dan muncul ketertarikan. Lalu mereka tak mengakui karena merasa bahagia dengan pernikahannya. Tapi sayangnya yang dilakukan malah membangun 'dinding' emosional dalam pernikahan dan membuka 'jendela' dengan sang rekan kerja," ujar Welch.

Tahap awal masih berupa perselingkuhan emosi. Kelanjutannya, mereka yang berselingkuh mulai menghabiskan waktu bersama-sama di luar jam kantor atau sengaja melakukan perjalanan bisnis. Hal ini biasanya ketika sudah masuk dalam perselingkuhan fisik.
Welch juga mengungkap fakta bahwa dari banyak penelitian pria yang berselingkuh cenderung dalam kondisi pernikahan yang stabil dan bahagia. Sementara bagi wanita, risiko berselingkuh lebih besar bagi mereka yang merasa kesepian dalam pernikahan.





reference by