Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 November 2015

Sebanyak Ratusan Ribu Guru Honorer Batal Diangkat Jadi PNS


Ratusan ribu guru honorer di Indonesia kembali harus menelan kekecewaan. Pasalnya, harapan pengangkatan status sebagai pegawai negeri sipil (PNS) pupus.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Sulistyo mengungkapkan, dia baru saja mendapatkan informasi bila janji pemerintah untuk mengangkat honorer sebagai PNS dibatalkan.

"Kami sangat menyesalkan karena di UU APBN yang baru saja disahkan oleh DPR RI tidak ada anggaran untuk mengangkat guru-guru honorer. Saya seperti tersambar petir," ungkapnya dalam Rakornas IV Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I) di Kantor PGRI, Jakarta, Jumat (6/11/2015).

Sulistyo sendiri menjadi saksi ketika Menteri PAN RB Yuddy Chrisnandi menjanjikan perubahan status guru-guru honorer di Tanah Air. Ketika itu, sekira 40 ribu guru honorer berdemonstrasi menuntut pengangkatan sebagai PNS. Dalam audiensi dengan Kemenpan RB yang juga diikuti perwakilan DPR RI, Kemenkeu, Kemendikbud, dan Bapenas, Menteri Yuddy berjanji akan mengangkat 439.596 pegawai honorer di seluruh Indonesia.

Salah satu poin yang disetujui pemerintah adalah Komisi II DPR RI dan Kemenpan RB sepakat untuk mengangkat tenaga honorer tersebut melalui proses verifikasi. Selain itu, Komisi II dan Kemenpan RB akan membicarakan dukungan mengenai keuangan bersama, berkenaan dengan keputusan bersama pada pengangkatan guru honorer yang akan dibicarakan sebelum APBN 2016.

"Anggaran yang dibutuhkan untuk pengangkatan honorer pada 2006-2019 sebesar Rp11,2 triliun," imbuhnya.


references by

Sabtu, 07 November 2015

Siswa SD Indonesia Raih 23 Medali di Ajang Internasional

23 medali berhasil dipersembahkan siswa jenjang SD yang berlaga di 12th International Mathematics and Science Olympiad (IMSO). Mereka bersaing dengan peserta dari 20 negara Asia, Eropa dan Afrika.

Direktur Pembinaan SD Wowon Widaryat mengatakan, 23 medali itu terbagi atas dua emas, 12 perak dan sembilan perunggu. Indonesia pada IMSO yang berlangsung di Thailand 1-7 November di Thailand ini mengirimkan 24 siswa dan hanya satu siswa yang tidak mempersembahkan medali.

Dari perolehan medali emas, ujarnya, memang tahun ini mengalami penurunan karena tahun kemarin meraih tiga emas. “Namun dari segi kuantitatif tahun ini kita terbaik karena hampir 100 persen siswa meraih medali,” katanya saat menjemput Tim IMSO di Bandara Soekarno-Hatta.

Siswa peraih medali emas dibidang matematika ialah Kevin J Kusnomo dari SDK 6 Penabur Jakarta dan peraih medali emas bidang IPA ialah Nathanael Tjandra (SDK Calvin Jakarta). Sementara peraih medali perak IPA adalah Keisha Ratu Alifia (SD Bina Gita Gemilang Jakarta), Farah Amalya Firdausin (SDIT Baitul Izzah Nganjuk), Anindita Kusumowijoyo (SDN Rawamangun 12 Pagi Jakarta), Gregorius Tendi (SD Santo Yakobus Jakarta).

Peraih medali perak Matematika Kathleen Callista (SD Pemuda Kota Semarang), Vanya Priscillia Bendatu (SD Kr Petra 9 Surabaya), Nagata Parama Aptana (SD Bina Anak Sholeh Tuban), Wage Mareto Ghazanfar (SDN Menteng 01 Pagi Jakarta), Alvinsen Japutra (SD Sutomo 1 Medan).

Sementara siswa SD yang mempersembahkan medali perunggu dibidang IPA ialah Irdya Pravieta Waridati (SD Unggulan Al Ya Lu Malang), Rahma Nur Jannati (SD Al Kautsar Lampung), Nareswari Dahayu Nathaniela (SD Kristen Manahan Surakarta), Husna Widyastuti (SDN 2 Ngantru Trenggalek), Nicholas Salim Prasetya (SD Bintang Mandiri Bali), Muhammad Fariz Ardisyah Putra (SD Muhammadiyah Condong Catur Sleman). Medali perunggu Matematika diraih Pradipta Arya Daniswara (SD Al Hikmah Surabaya), Charisma Pramudya Rusdiyanto (SDN Jember Lor 3), Maritza Gantari Makhrus (MIN 1 Malang), Karina Phangadi (SD Mawar Saron Jakarta), Daffa Al-Fathan Zaki (SD Islam Raudhah BSD Tangerang).

Wowon menjelaskan, para peserta ini diseleksi dari pemenang Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan juga diambil dari siswa siswi berprestasi dari seluruh Indonesia. Awalnya ada 1.700 siswa yang dijaring lalu diseleksi kembali hingga mendapat 55 siswa terbaik dibidang IPA dan matematika. Mereka pun diundang ke Jakarta untuk dikarantina selama lima bulan sehingga terpilih kembali 24 anak terbaik dikedua bidang tersebut. “Mereka ini calon pemimpin masa depan bangsa. Tentu pembinaan bagi mereka akan kami kawal terus hingga perguruan tinggi,” ungkapnya.

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad menjelaskan, Kemendikbud memang akan terus mengawal anak-anak berprestasi ini mulai sejak SD hingga perguruan tinggi. Harapan pemerintah, ujarnya, agar para siswa berprestasi ini bisa meneruskan pendidikan hingga doctor. Kata Hamid, mereka ingin bersekolah didalam maupun luar negeripun pemerintah berkomitmen untuk membiayainya.

Hamid menjelaskan, Kemendikbud akan memastikan siswa ini masuk ke sekolah-sekolah terbaik agar potensinya berkembang optimal. Sementara keberlanjutan mereka ke perguruan tinggi akan dibantu oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sehingga kemendikbud tidak akan bergantung kepada Kemenristek Dikti untuk membantu meneruskan kuliah mereka. “Kita sudah sepakat agar anak-anak berprestasi ini akan didukung sampai pendidikan tertinggi baik didalam dan luar negeri,” ungkapnya.



references by

Sabtu, 24 Oktober 2015

Daftar Sekolah Bisnis Terbaik Di Dunia

Bisnis/wirausaha menjadi salah satu bidang studi favorit di jenjang pendidikan tinggi. Di antara alasannya adalah, masa studi yang relatif singkat, prospek kerja di bidang ini juga terbuka lebar.

Setiap tahun, berbagai kampus dengan program bisnis unggulan di berbagai negara menjadi tujuan utama jutaan pelajar internasional. Belum lama ini, Bloomberg, merilis daftar sekolah bisnis terbaik di dunia. Daftar ini dibuat dengan mengumpulkan data dari sedikitnya 13.150 mahasiswa aktif, 18.540 alumni, dan 1.460 perekrut dari 177 sekolah bisnis.

Pemeringkatan program pascasarjana bisnis penuh waktu dilakukan dengan mempertimbangkan lima indikator yaitu:

- Survei perusahaan (35 persen); berupa masukan tentang kemampuan yang dicari perusahaan dari pemilik gelar MBA dan program sekolah apa yang terbaik membekali siswanya dengan skill tersebut.

- Survei alumni (30 persen): berupa masukan dari lulusan angkatan 2007, 2008, dan 2009 tentang bagaimana gelar MBA mereka memengaruhi karier, serta perubahan dan kepuasan terkait karier.

- Survei mahasiswa (15 persen), berupa masukan mahasiswa aktif angkatan 2015 tentang pelayanan akademis, pelayanan pusat karier dan hal lain terkait iklim kampus.

- Peringkat penempatan lulusan perusahaan (10 persen); berupa data terbaru tentang berapa banyak pemegang gelar MBA yang mencari pekerjaan penuh waktu dan mendapatkannya dalam tiga bulan usai kelulusan.

- Gaji awal (10 persen); berupa data terbaru tentang berapa banyak gaji yang diterima pemegang gelar MBA di pekerjaan pertamanya, disesuaikan dengan bidang bisnis dan negara.

Berdasarkan lima indikator tadi, berikut ini daftar sekolah bisnis terbaik di dunia.

1. Ivey Business School di Western University, Ontario, Kanada;

2. London Business School, Inggris;

3. INSEAD Business School

4. IE Business School, Madrid, Spanyol;

5. IMD Business School, Swiss;

6. Saïd Business School, University of Oxford, Inggris;

7. IESE Business School, Madrid, Spanyol;

8. Cambridge Judge Business School, University of Cambridge, Inggris;

9. Smith School of Business, Queen's University, Kanada;

10. HEC Business School, Paris, Prancis;

11. ESADE Business School, Spanyol;

12. SDA Bocconi Business School, Milan, Italia;

13. Cranfield School of Management, Inggris;

14. St. Gallen University, Argentina;

15. ESMT Business School, Berlin, Jerman;

16. Desautels Faculty of Management, McGill University, Montreal, Kanada;

17. Mannheim Business School (MBS), Jerman;

18. Rotman School of Management, University of Toronto, Kanada;

19. Manchester Business School, Inggris;

20. Imperial College London, Inggris.





references by