Ayana Moon, sosok gadis cantik yang baru-baru ini mendadak menjadi viral dikalangan pengguna sosial media. Berasal dari negeri gingseng Korea Selatan, Ayana Moon justru tak tampil seperti artis atau idola lainnya.
Dunia Korea yang dikenal dengan pakaian serba minim ternyata sama sekali tak terdapat pada Ayana Moon. Gadis dengan wajah yang tak kalah cantik dengan girlband Korea ini justru muncul dengan tampilan santun, bahkan berhijab.
Hidup dikalangan yang kebanyakan bukan muslim, Ayana Moon muncul dan mengikrarkan diri sebagai mualaf asal Korea. Setelah mengunggah potret-potret cantiknya, Sejak awak kemnculannya hingga kini Ayana Moon telah mengantongi 29.000 ribu followers. Saking hitsnya, para penggemar pun membuat akun baru yang terdiri dari seluruh penggemar Ayana Moon dari berbagai negara.
Gadis kelahiran 28 Desember 1995 ini membuat keputusan menjadi mualaf sekaligus satu-satunya muslim di keluarganya. Ayana Moon pun diketahui telah memeluk agama Islam sejak ia masih duduk dibangku SMA.
Sebagai seorang muslim yang hidup dikalangan penduduk yang tak akrab dengan konsep keagamaan seperti Korea membuat Ayana Moon sedikit kesulitan, maka dari itu ia mengaku bahwa ia tak selalu mengenakan hijab dikehidupan sehari-harinya.
Mendadak menjadi selebgram, Ayana Moon mengaku kaget karena menurut dirinya ia hanyalah remaja muslim biasa. Bahkan ia pun memiliki idola salah satu boyband Korea yakni TVXQ. Dirinya pun mengatakan bahwa dirinya tak terlalu suka diperlakukan seperti idola.
Menurut Ayana Moon semua yang mengaku sebagai fansnya adalah teman baginya, “Aku selalu senang mengenal kalian, teman-temanku. Kalian bukan fansku. Kalian adalah TEMAN bagiku, Oke ?,” tegas Ayana Moon disalah satu balasan komentar.
Melihat kebanyakan selebritis yang tak menanggapi haters, Ayana Moon justru merupakan sosok yang sangat berani dengan haters. Ia pun tak segan-segan membalas komentar haters yang menghina pilihannya untuk berhijab.
Pada beberapa hari terakhir ini dunia maya sempat dibikin heboh, pasalnya ada seorang mualaf remaja putri yang berasal dari negeri gingseng Korea yang mengunggah foto-foto selfie di akun instagramnya. Gadis berparas cantik jelita ini, bukan sekadar selfie biasa, bukan karena dia anggota girlband K-pop, tetapi karena terlihat santun dengan penampilan hijab, seolah memproklamirkan dirinya pada dunia tentang keislamannya. Perempuan jelita ini bernama Ayana Jihye Moon (20), dirinya mengungkapkan identitasnya sebagai mualaf dan berpenampilan mengenakan hijab.
Dirinya mengakui kalau pada saat ini tidak selalu memakai hijab, disebabkan budaya Korea sangat asing terhadap konsep keagamaan yang bikin sulit bagi pemeluknya dengan menggunakan sebuah atribut keagamaan. Di Korea penganut Islam hanya mencapai 1% dari 50 juta penduduknya, termasuk Ayana yang merupakan satu-satunya pemeluk Islam di lingkungan keluarganya.
Tanggapan orang-orang Korea dengan keislamannya, Ayana mengatakan bahwa orang-orang Korea tidak begitu peduli dengan agama Islam tapi mereka menghormatinya, meskipun kenyataannya ada saja orang-orang Korea yang Anti Islam. Walaupun sebagian orang ada yang benci, dirinya memastikan bahwa orang-orang tersebut tidak akan menghina dan melakukan penyerangan. Perempuan berhijab dengan nama panggilan Ayana ini dikabarkan akan menempuh perguruan tinggi di Universitas Islam Malaysia untuk mempelajari Islam secara mendalam. Terlihat jelas dengan paras cantiknya, serta sangat bangga memakai hijab yang merupakan penegas atas identitas sebagai muslimah.
Beberapa surat kabar di Inggris telah mendapat kritik karena menerbitkan cerita yang salah tentang alasan terjadinya tragedi di Mina pada Kamis (24/9/2015). Colin Freeman, koresponden utama The Telegraph, telah dikritik di media sosial atas beritanya yang menyatakan bahwa himpitan mematikan itu disebabkan oleh polisi yang menutup dua pintu masuk saat kunjungan Raja Salman ke istana terdekat.
Pada kenyataannya, sebagaimana dikutip dari Arab News, himpitan dan saling injak antara jemaah itu terjadi di jalan yang jauh dari istana. Wartawan yang mengetahui topografi daerah itu akan menertawakan, baik pada cerita palsu maupun pada ketidaktahuan penulis.
“Daripada menerima tuduhan liar, media itu seharusnya memeriksa Jalan No 204 (tempat tragedi itu terjadi) dan lokasi istana Raja Salman,” kata Jamil Radwan, seorang wartawan Mesir yang meliputi ritual haji
Radwan menambahkan jalan tempat tragedi itu terjadi dan istana Raja Salman merupakan dua kutub yang terpisah. Juga, sama sekali tidak ada kedatangan VIP di daerah itu,” ujarnya menegaskan.
Dalam sebuah pernyataan kepada media, Duta Besar Arab Saudi untuk Inggris, Pangeran Mohammed bin Nawaf, mengatakan klaim bahwa tragedi itu terjadi karena kedatangan VIP benar-benar palsu.
“Itu adalah kebohongan berbahaya yang tidak memiliki dasar apa pun dalam kebenaran. Kendaraan dari pejabat Saudi tidak melakukan perjalanan ke daerah itu,” kata Pangeran Mohammed.
Dia mengatakan rumor itu berasal dari saluran yang dikendalikan negara Iran, Press TV, danLebanon Adiyar, yang baru-baru ini salah mengklaim bahwa 200 masjid sedang dibangun di Jerman oleh Arab Saudi untuk pengungsi Suriah,” ujarnya.
Pangeran Mohammed sangat menyayangkan surat kabar utama di Inggris telah menerima cerita sebagai kebenaran tanpa memeriksa keabsahan sumber.
Jemaah haji dari Pakistan, Mohammed Omar Ali Khan, juga menyayangkan sikap beberapa orang dan negara-negara yang terlibat dalam politik terhadap jenazah dari para korban yang meninggal akibat tragedi Mina.
“Ini sangat memalukan. Semoga Allah memberikan negara-negara bimbingan dan memimpin mereka untuk menghormati orang mati. Saya akan mengampuni media karena mereka tidak tahu tentang ritual dan topografi,” ujar Ali Khan.
Analis keamanan Saudi Nawaf Obaid mengatakan itu adalah kasus klasik jurnalisme amatir media Inggris. “(Mereka) telah menciptakan suatu realitas fiksi paralel,” ujarnya.
Kepala Liga Dunia Muslim juga mengecam kritik Iran atas Arab Saudi. “Pernyataan yang tidak bertanggung jawab dari beberapa pejabat Iran ditujukan untuk merugikan Arab Saudi dan para pemimpinnya,” kata Sekretaris Jenderal MWL Abdullah Al-Turki. “Mereka ingin menyakiti umat Islam yang beriman di Arab Saudi dan kepemimpinannya yang melayani dua masjid suci.”
Seperti dikutip Arab News, menurut Pangeran Mohammed, Raja Salman telah memerintahkan penyelidikan penuh atas penyebab bencana dan segera setelah hasilnya diketahui, mereka akan mengumumkan itu.
Puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah pada musim haji 1436 Hijriyah tahun ini berjalan lancar.
Dimulai pukul 10.00 WAS dengan lantunan talbiyah selama satu jam. Jamaah haji tampak khusuk. Jutaan jamaah melaksanakan wukuf di masing masing maktab atau juga di masjid sementara di tenda tenda maktab. Sejak pagi, jamaah sudah bersiap wukuf dengan tekun mengaji, zikir, ataupun iktikaf.
Sebelum puncak wukuf amirulhaj yang dipimpin menag Lukman Hakim Saifuddin mengunjungi maktab 13 dan 14 embarkasi Surabaya. Jamaah tampak begitu gembira menyambut Lukman. Mereka malah meminta berfoto bersama. Ketika ditanya kurang apa, jamaah hanya mengatakan Alhamdulillah dan terimakasih kepada menag.
“Tidak terlalu panas pak ada pendinginnya,” ujar salah seorang jamaah dari Bojonegoro di maktab 14.
Mereka senang dengan pelayanan tahun ini. “Kamar mandinya nggak antre pak,” jawab jamaah ketika ditanya menteri. Justru ketika amirulhaj mengunjungi tenda haji plus banyak keluhan karena AC banyak mati dan kamar mandi tidak memadai.
Khotbah wukuf dilakukan di tenda misi haji Indonesia disampaikan oleh K H Masdar Maududi dari PBNU. Lalu dilanjutkan doa wukuf. Setrlah itu jamaah berdoa masing masing hingga menjelang magrib. Setelah magrib barulah jamaah melakukan perjalanan ke Muzdalifah untuk bermalam dan persiapan mencari batu untuk melempar jumrah.
Sementara itu malam sebelum wukuf, kondisi cuaca di Arafah masih berubah ubah. Tadi malam sempat terjadi badai angin dan debu sekitar 30 menit sejak pukul 20.30. Akibatnya, satu maktab yaitu maktab 8 roboh total. Sementara beberapa maktab yang berdekatan hanya rusak sebagian kecil saja. Maktab 8 ini sebelumnya juga rob9h terkena angin kencang. Ini kali kedua maktab 8 yang sedianya dihuni 300 lebih jamaah dari kloter 12 Jakarta itu.
Akibatnya, jamaah yang baru tiba di Arafah tersebut tak bisa masuk tenda. Mereka hanya bisa duduk di sekitar maktab. Karena belum sempat masuk tenda tak ada korban luka akibat kejadian ini.
Mereka baru mendapat ganti tenda setelah amirulhaj Lukman Hakim Saifuddin yang tiba d Arafah sekitar pukul 22.00 WAS. Setelah mendapat laporan dari jamaah, Menag berusaha mencari ganti maktab. “Kalau tidak bisa diperbaiki cepat ya harus cari tempat pengganti biar jamaah cepat bisa istirahat,” katanya.
Angin kencang merobohkan tenda jamaah haji Indonesia di Maktab 8, Padang Arafah, Makkah, Arab Saudi, Selasa (22/9) malam. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin langsung memerintahkan 300 jamaah yang seharusnya menempati jamaah tersebut dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
Lukman langsung menuju tenda Muassasah yang kondisinya jauh lebih baik. Bahan tenda terbuat dari terpal, bukan kain. Rangka tenda juga dipasang lebih kuat dibandingkan tenda jamaah. Tenda Muassasah setara dengan tenda untuk jamaah haji khusus.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Abdul Djamil, mengatakan petugas membutuhkan waktu 15 menit untuk mempersiapkan tenda Muassasah bagi jamaah haji Indonesia. “Nanti yang baru datang saja dipindahkan ke tenda Muassasah,” ujar dia.
Sementara Kepala Satuan Operasi (Kasatop) Armina, Abu Haris, menyatakan dia sudah mengumpulkan kepala rombongan dan ketua regu untuk memudahkan mobilisasi jamaah. Sekarang ini, seluruh jamaah sudah ditempatkan di mushala dan kantor maktab.
“Mereka juga sedang dibagikan makan. Kalau sudah makan, kami akan tata lagi,” ujar dia.
Kepala Daerah Kerja Bandara Madinah-Jeddah PPIH Arab Saudi, Nurul Badrutaman, melaporkan kepada Lukman ada dua tenda di Maktab 36 dan 42 yang juga roboh karena angin kencang. “Sekarang masih dalam penanganan petugas,” kata dia.
Setelah angin kencang situasi Arafah cukup baik. Tak ada angin kencang hingga salat subuh dan hingga pagi pelaksanaan wukuf. Hingga kemarin pagi jamaah yang sakit dan mendatangi BPHI Arafah mencapai 20 orang lebih. Sebagian besar terserang pernapasan (ISPA) dan stroke.
Berikut ini adalah foto-foto wukuf yg diambil dari beberapa sumber (klik untuk memperbesar gambar)
Mungkin inilah gambaran Padang Mahsyar kelak, kita semua akan sama dihadapan Allah SWT, tidak ada kaya, miskin, jendral, raja, pejabat.Pakaian kita kelak tergantung amalan apa yang kita perbuat dulu di dunia saat masih hidup, tidak ada merk mahal, warnanya sama, tidak ada kasta/golongan, perbedaan warna kulit, ras, semua sama disana..
Yang membedakan adalah amalan kita sewaktu masih didunia dahulu.. Kelak kita bentuk tubuh ini saat dibangkitkan sesuai dengan amalan yg dikerjakan atau amalan apa yg dilanggar
Semoga kita semua bisa diundang, dan beribadah kesana oleh Allah SWT sebelum malaikat maut datang menjemput. Aamiin
“Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi RabbNya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya.”
(HR. at-Tirmidzi, ath-Thabrani)
5 (lima) perkara, di antaranya adalah tentang:
1.Umurnya 2.Masa mudanya (Salah satu poin penting kenapa taubat/memperbaiki diri gk boleh nanti aja ah kalau udah agak tuaan/sisa umur) 3.Hartanya (dari mana ia dapatkan) 4.Hartanya (dalam hal apa ia belanjakan) 5.Ilmu yang dimilikinya (amal & manfaat)
Selama berikhtiar dan berdoa agar diundang Allah SWT kesana Langkahkanlah kaki ke masjid untuk shalat berjamaa'ah minimal disaat shubuh dan Isya..
Hari Ahad (13/09/2015) pagi penjajah Zionis bentrok dengan warga Palestina di kompleks Masjid al-Aqsha, tepatnya beberapa jam sebelum dimulainya Tahun Baru Yahudi.
Para saksi mata mengungkapkan pada Ma’an seperti dikutip Sahabat Al Aqsha, pasukan Zionis menyerbu kompleks Masjid al-Aqsha sesaat setelah shalat subuh, menembakkan peluru baja berlapis karet dan granat kejut sehingga mengakibatkan sejumlah jamaah terluka.
Seorang penjaga Masjid al Aqsha Haibah Serhan, memberi kesaksian, tepat pukul setengah tujuh hari Ahad (13/09/2015), pasukan penjajah menyerbu area masjid al Aqsha sambil melepaskan tembakan api, meriam suara dan gas ke arah para jamaah yang beri’tikaf di dalam mushala al Kibli dan di atas atap Kubah As Shahrah.
“Begitu pasukan penjajah Zionis menyerbu area masjid al Aqsha, mereka segera mengeluarkan para jamaah I’tikaf dengan tembakan meriam suara dan fas ke arah mereka serta mengepung mereka dan mengeluarkannya melalui gerbang-gerbang masjid al Aqsha,” ujarnya dikutip koresponden PIC.
“Tindakan dari pasukan penjajah Zionis ini sebagai percikan meletusnya konfrontasi antara pasukan penjajah Zionis dengan para jamaah I’tikaf. Sementara itu para jamaah I’tikaf tidak memiliki senjata apapun. Pasukan penjajah Zionis mulai menggunakan senjata yang belum pernah digunakan sebelumnya. Serangan ini menghancurkan jendela-jendela mushala al Kibli yang sudah ada sejak ribuah tahun. Api juga berkobar di pemakaman umawiyah, ” tambah Serhan.
Juru bicara penjajah Zionis Micky Rosenfeld mengklaim, pasukan Zionis memasuki kompleks masjid pada pukul 6.30 pagi untuk menghadapi “gangguan” di dalam kompleks karena sejumlah warga Palestina melemparkan api dan mercon ke arah pasukan. Kemudian, penjajah menutup pintu gerbang utama masjid. Zionis mengklaim menemukan sejumlah bom pipa di kompleks masjid saat melakukan razia. Rosenfeld yakin bom itu akan digunakan saat para pengunjung Yahudi memasuki area tersebut pagi itu.
Untuk mencari pembenaran atas perbuatan mereka, penjajah Zionis mengatakan bahwa para “perusuh” telah membarikade diri mereka sendiri di dalam masjid malam sebelumnya dengan tujuan mengganggu kunjungan orang-orang Yahudi ke tempat suci itu menjelang dimulainya perayaan Tahun Baru pada Ahad petang.
Pasukan Zionis kemudian mengepung para jamaah di dalam Masjid al-Aqsha dan menutup pintu-pintu dengan “rantai dan balok” sebelum menembakkan peluru berlapis karet di dalam masjid.
Selain lusinan pemuda yang bermalam di kompleks masjid, pasukan Zionis juga menolak seluruh jamaah masuk masjid, kecuali sejumlah kecil pria di atas usia 50 tahun.
Seorang pemuda Palestina bernama Anas Siyam dievakuasi ke rumah sakit setelah tertembak peluru baja berlapis karet di bagian dada. Kondisinya kini belum diketahui. Para saksi mata mengungkapkan bahwa serdadu Zionis juga menyerang para karyawan Kementerian Wakaf Palestina, termasuk direktur kompleks masjid Syeikh Omar al-Kiswani.
Menurut Serhan, pasukan Zionis dalam jumlah besar dari pasukan khusus dan militer menyebar di area masjid. Mereka memukuli tiga penjaga masjid al Aqsha dan menangkap seorang dari mereka.
“Kami dikeluarkan dari area masjid al Aqsha.”
Setelah mengeluarkan para jamaah I’tikaf dan menguasai masjid al Aqsha, pasukan penjajah Zionis membuka kompleks Masjidil Aqsha, memasukkan pengunjung Yahudi pertama yang terdiri dari 30 orang, termasuk Menteri Pertanian Zionis Ory Ariel.
Pasukan Zionis menyatakan tak ada yang tertangkap dan terluka saat terjadi bentrokan. Padahal, para saksi mata Palestina menyatakan sejumlah orang terluka. Jurnalis AFP dikutip SA melihat sejumlah orang ditangkap dan pasukan penjajah menyebar ke penjuru Kota Lama.
Mereka menyerbu area masjid di bawah perlindungan pasukan penjajah Zionis. Mereka menunaikan ibadah Talmud setelah para jamaah I’tikaf dan penjaga masjid di keluarkan dari area al Aqsha.
“Penyerbuan beruntun dilakukan para pemukim Yahudi terhadap masjid al Aqsha, sebanyak 145 pemukim, di bawah perlindungan pasukan penjajah Zionis untuk melakukan pelanggaran dan penistaan terhadap kehormatan masjid al Aqsha.” [baca: Penjajah Zionis Serbu Masjid Al-Aqsha, 110 Orang Korban]
Warga Palestina menggunakan ikat kepala Hamas mengeluarkan karpet yg terbakar didalam masjid Al-aqsa
“Saya telah banyak menyaksikan dan mengalami penyerbuan-penyerbuan di masjid al Aqsha. namun penyerbuan seperti ini saya belum pernah melihatnya dalam hidup saya. Pasukan penjajah Zionis menyerang apa saja di dalam masjid al Aqsha. Dan untuk pertama kalinya kami para penjaga masjid al Aqsha dikeluarkan ke luar masjid dan direktur masjid Syeikh Umar Kiswani diserang,” ujar Serhan.
Nahlah Shiyam, wanita al Quds ini sudah bersiaga sejak pagi di depan pintu Silsilah untuk menghadang penyerbuan yang akan dilakukan para pemukim Yahudi. Dia menuturkan, bagaimana puluhan warga al Quds dan Palestina dari wilayah Palestina terjajah tahun 1948 serta para siswa sekolah bersiaga di depan pintu Silsilah setelah pasukan penjajah Zionis memberlakukan pengepungan terhadap pintu-pintu masjid al Aqsha dan melarang laki-laki dan perempuan yang berusia di bawah 50 tahun masuk masjid al Aqsha.
Dia menjelaskan, para wanita dan warga menghadang penyerbuan para pemukim Yahudi dengan takbir. Sementara itu para serdadu Zionis dan anggota kepolisian memberikan jaminan keamanan kepada para pemukim Yahudi dengan aman melalui pintu Silsilah. Sebalikmya, mereka memukuli orang-orang Palestina yang ada di depan pintu dengan tongkat dan menyemprot mereka dengan gas merica serta tembakan meriam suara, menyerang anak-anak dan orangtua.
“Saya dilarang masuk masjid al Aqsha sejak tiga pekan. Nama saya dimadukkan dalam daftar hitam yang dilarang masuk masjid al Aqsha selama waktu penyerbuan dilakukan para pemukim Yahudi. Sementara itu para pemukim Yahudi diizinkan masuk masjid dan beribadah di dalamnya,” ujar Nahlah Shiyam yang menjadi saksi mata.
Berlanjut Senin
Ketua Pertolongan Darurat Bulan Sabit Merah Palestina Dr. Amin Abu Ghazlah mengatakan, “Tim penyelamat dan medis mengobati di sekitar masjid al Aqsha sebanyak 100 orang yang cidera akibat terkena tembakan gas air mata, gas merica, mereka gas dan karena luka bakar akibat tembakan meriam suara pada mereka. Mobil ambulan membawa sekitar 20 orang ke rumah sakit Maqashi di al Quds.”
Hari Senin pagi (14/09/2015), pasukan penjajah Zionis dan warga Palestina kembali bentrok di kompleks Masjidil Aqsha. Serdadu Zionis menembakkan granat kejut dan peluru karet ke arah jamaah Palestina.
Penjajah mengklaim, hal itu mereka lakukan karena melihat pemuda bertopeng melarikan diri dari dalam masjid dan melempar batu ke arah serdadu. Penjajah juga masuk ke puncak kompleks masjid untuk memastikan bahwa pemuda Palestina tidak “mengganggu” kaum Yahudi atau turis saat jam-jam kunjungan di pagi hari.
Setidaknya tiga warga Palestina ditangkap dan seorang pria lansia menderita luka di matanya saat terjadi bentrokan dan sudah dibawa ke rumah sakit untuk dirawat.
Seorang jurnalis AFP yang berada di luar gerbang menyaksikan seorang pengunjung Yahudi meninggalkan kompleks masjid dan berkelahi dengan pemuda Muslim. Dengan kembali terjadi bentrokan hari ini, berarti dua hari berturut-turut kompleks Masjidil Aqsha diserang penjajah Zionis.
Serbuan Israel ke Masjid Al-Aqsa Hari Ketiga, 17 Cedera
Bentrok warga Palestina dan pasukan keamanan Israel di Masjid Al-Aqsa memasuki hari ketiga. Israel menempatkan penembak jitu di atap tempat suci umat muslim.
Suleiman Ahmad, Presiden Departemen Urusan Yerusalem, yang berada di lokasi, mengatakan, kepada Al Jazeera, serbuan pasukan Israel itu menyebabkan sedikitnya 17 warga sipil Palestina cedera pada bentrok Selasa dinihari, 15 September 2015, waktu setempat. "Mereka menempatkan penembak jitu di atap dan menggunakan peluru karet," ujar Ahmad.
Masjid ini sangat dihormati sebagai tempat suci baik oleh kaum Yahudi maupun muslim. Di lokasi ini kerap terjadi bentrok fisik antarkeduanya.
Al Jazeera dalam laporannya, Selasa, 15 September 2015, menyebutkan, sekelompok warga Palestina yang berada di dalam Masjid Al-Aqsa melemparkan batu dan bom molotov ke arah pasukan Israel. Mereka juga memasang barikade guna mencegah agar polisi keamanan Israel masuk ke dalam masjid.
Sementara itu, para demonstran yang berada di luar masjid juga melemparkan batu kepada polisi Israel yang memasuki kompleks masjid dalam jumlah besar dan membalas lemparan pengunjuk rasa dengan granat. Pasukan Israel berhasil mendekat ke pintu masjid sementara warga Palestina tetap bertahan di dalamnya.
Bentrok pertama terjadi pada Ahad, 13 September 2015, ketika sejumlah saksi mata mengatakan, polisi Israel memasuki masjid dan merusak sajadah. Adapun polisi Israel berdalih bahwa mereka hanya menutup pintu masjid untuk mengunci para perusuh dari luar agar tidak melemarkan batu, petasan, dan benda-benda lainnya.
Dari negara-negara Arab diperoleh kabar bahwa para pemimpin Arab telah bersumpah mereka akan melawan agresi Israel di Al-Aqsa. "Kami akan melawan agresi pendudukan atau agresi Israel di Masjid Al-Aqsa," ujar Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir.
Kecam Agresi Israel, Raja Saudi Akan Lindungi Masjid Al-Aqsa
Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengecam agresi pasukan Israel terhadap kompleks masjid suci Al-Aqsa di Yerusalem. Raja Saudi, Salman bin Abdulaziz akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi masjid suci umat Islam itu.
Kekerasan telah pecah di situs Al-Aqsa Selasa lalu setelah pasukan Israel menyerbu kompleks masjid dan dilawan warga Palestina. Pada hari itu, polisi Israel menembakkan granat setrum dan gas air mata terhadap warga Palestina yang melindungi masjid.
Kantor berita Negara Saudi, SPA, mengutip sumber resmi Pemerintah Riyadh, melaporkan bahwa Saudi mengecam tindakan yang dilakukan pasukan Israel terhadap kompleks masjid Al-Aqsa.
“Tindakan Israel akan menyebabkan konsekuensi serius dan berkontribusi untuk memunculkan ekstremisme dan kekerasan,” tulis media pemerintah Saudi itu, Kamis (17/9/2015). Saudi menyatakan, tindakan Israel tampak sebagai pelanggaran yang mencolok terhadap situs suci bagi umat Islam dan umat Yahudi itu.
Raja Salman telah memberitahu Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, bahwa dia telah berbicara dengan para pemimpin dunia tentang tindakan Israel terhadap masjid Al-Aqsa. Raja Salman juga telah memerintahkan Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir untuk mengambil semua langkah yang diperlukan guna melindungi masjid Al-Aqsa.
Sementara itu, Amerika Serikat (AS) yang merupakan sekutu Saudi, menyampaikan keprihatinannya atas kekerasan di situs Al-Aqsa. Gedung Putih dan menyerukan semua pihak untuk menahan diri.”Menahan diri dari tindakan provokatif dan retorika,” bunyi pernyataan Gedung Putih.
Israel merasa berhak atas situs suci itu ketika merebut Yerusalem Timur dan sebagian Tepi Barat dari Yordania dalam perang tahun 1967. Masjid Al-Aqsa secara hukum masih milik Yordania, namun Yordania telah menyerahkan hak masjid suci itu kepada Palestina.
Seorang anak laki-laki berusia 14 tahun yang ditangkap polisi di Texas, Amerika Serikat, karena membawa jam buatan yang dikira bom, mendapatkan dukungan lewat media sosial dengan tagar #IStandWithAhmed.
Ahmed Mohamed mengatakan kepada media Amerika Serikat bahwa ia membuat jam dan membawanya ke Sekolah Menengah Atas MacArthur di Irving untuk diperlihatkan kepada guru teknologi.
Guru lain melihatnya dan khawatir jam itu seperti bom dan memberitahu pihak berwenang sekolah yang segera memanggil polisi.
Ayah Ahmed mengatakan insiden itu terjadi karena agama mereka.
Dukungan untuk Ahmed mengalir di media sosial dengan tagar #IStandWithAhmed yang disinggung sekitar 50.000 kali, Rabu (16/09).
Akun @dulsetsabr, antara lain, menulis, "Islamfobia terjadi. Ini mengkhawatirkan. #IstandWithAhmed" s
Sementara Wajahat Ali, @WajahatAli menulis,
"Sebagian besar anak-anak yang membuat jam dalam waktu 20 menit akan disambut sebagai Jimmy Neutron. Anak Muslim? Berpotensi membuat bom. Sedih. #IStandWithAhmed."
Dewan hubungan Amerika-Islam mengatakan mereka tengah menyelidiki insiden itu. Dipanggil kepala sekolah dan polisi
Ahmed Mohamed mengatakan kepada Dallas Morning News ia menggemari robot dan teknologi dan ingin menunjukkan kepada gurunya kemampuannya.
Ia mengatakan bahwa guru lain melihat saat jam itu berbunyi pada saat pelajaran.
"Dia mengatakan itu tampak seperti bom," kata Ahmed
"I told them it's a clock. And they told me, 'Why would you bring a clock to school?' And I was like to tell time. And the officer said, 'There's clocks here, clocks here, clocks around you everywhere.' And I told him that I wanted to impress my teachers so that I could feel appreciated for it, but instead I got the police called on me," he said.
Gurunya menyimpan jam tersebut dan kemudian ia dipanggil oleh kepala sekolah dan empat polisi.
Ia juga dilaporkan diskors dari sekolah selama tiga hari.
Juru bicara polisi James McLellan mengatakan pada saat wawancara, Ahmed menekankan ia membuat bom namun mengatakan remaja itu tidak bisa "memberi penjelasan lebih lanjut" soal penggunaan jam itu.
Pihak sekolah tidak berkomentar namun mengatakan dalam satu pernyataan, mereka, "selalu bertanya kepada siswa dan staf untuk segera melapor bila melihat ada sesuatu atau ada tingkah laku yang mencurigakan".
Ayah Ahmed, Mohamed Elhassan yang berasal dari Sudan mengatakan putranya, "hanya ingin menciptakan sesuatu yang bagus, namun karena namanya Mohamed dan karena kejadian 11 September maka putra saya mendapatkan perlakuan tak layak."
Dewan Hubungan Amerika-Islam mengatakan kecurigaan ayah Ahmed mungkin tepat.
"Saya rasa hal ini tidak akan dipertanyakan bila namanya bukan Ahmed Mohamed," kata Alia Salem, dari dewan setempat.
"Ia adalah anak yang menyenangkan dan pintar yang ingin menunjukkan karyanya kepada guru-gurunya."
Menulis di akun Twitter-nya Obama menyebut jam buatan Ahmed "keren", sambil berkata seharusnya lebih banyak anak yang menyukai sains seperti Ahmed.
Markz Zuckerberg juga membuat status di facebooknya
You’ve probably seen the story about Ahmed, the 14 year old student in Texas who built a clock and was arrested when he... Posted by Mark Zuckerberg on Wednesday, September 16, 2015
Hari Senin (14/09) waktu setempat, Ahmed diinterogasi polisi karena jam buatannya yang ia bawa ke sekolah disangka bom rakitan.
Ahmed membawa jam itu ke sekolah dan memperlihatkannya kepada guru teknologi.
Guru lain melihat jam tersebut dan mengiranya sebuah bom rakitan, lalu memanggil polisi, hingga akhirnya Ahmed ditangkap dan ditanyai polisi
Ahmed Mohamed (14) yang tadinya kebingungan dituduh teroris berawal dari dirinya bikin tugas sebuah karya jam digital untuk tugas teknologi di tempat dirinya menutut ilmu, oleh rekan gurunya malah dilaporkan ke kepolisian karena bocah tersebut dituduh bikin bom. Dia akhirnya ditahan beberapa jam di unit kehajatan anak, namun kembali di bebaskan karena tidak terbukti bersalah.
Seperti yang diberitakan telah lalu, menurut orang tuanya, anak itu hanya menyenangi sains dan pada tugasnya untuk mata pelajaran teknologi itu hendak menyuguhkan kepada gurunya sesatu yang bagus. Setelah diperiksa, kasus Ahmed diteruskan sebab, dikatakan orang tuanya, dia adalah seorang muslim dan bernama Ahmed Mohamed serta selain itu bisa jadi akibat dari kejadian 11 September bikin Islamofobia. Ahmed yang belajar di SMA MacArthur pun di Skor selama 3 hari.
Ayah Ahmed, Mohamed Elhassan asal Sudan mengatakan putranya, "hanya ingin membuat sesuatu yang bagus, tapi karena namanya Mohamed dan karena kejadian 11 September maka putra saya mendapatkan perlakuan tak layak." Dewan Hububungan Amerika-Islam mengatakan kecurigaan ayah Ahmed mungkin tepat.
"Saya rasa ini tidak akan dipertanyakan bila namanya bukan Ahmed Mohamed," kata Alia Salem, anggota dewan setempat.